Sabtu, 23 November 2013

PERIODONTITIS KRONIS DENGAN KERUSAKAN TULANG VERTIKAL PADA 1/3 SERVIKAL

I.  Definisi
            Periodontitis kronis biasanya disebut sebagai  adult Periodontitis atau chronic adult periodontitis, periodontitis kronis merupakan bentuk yang paling sering terjadi dari tipe periodontitis lainnya.1 Periodontitis dewasa biasanya kehilangan tulang berjalan lambat, terjadi pada usia 35 tahun ke atas tetapi tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada anak-anak.1,2
Kerusakan  tulang vertical sampai sepertiga servikal adalah kerusakan tulang yang membentuk sudut tajam terhadap permukaan akar sampai sepertiga servikal (dari cemento enamel jungtion samapai daerah sepertiga akar gigi) , istilah lain untuk kerusakan /kehilangan tulang vertical adalah resorpsi tulang angular. Kerusakan / kehilangan tulang vertical sering dihubungkan dengan terbentuknya poket infraboni.2 jenis kerusakan tulang ini terlokalisasi pada satu atau dua gigi (Seorang individu mungkin memiliki beberapa kerusakan tulang).3 Dengan kerusakan dari batas oklusal ke sisa tulang alveolar (1/3 servikal), biasanya menampilkan angulasi miring kegaris dari CMJs di daerah gigi  yang terlibat.3
Poket infraboni adalah pendalaman sulkus gingival dengan posisi dasar poket dan epitel jungsional terletak lebih apical dibandingakan puncak alveolar. Sebagian ahli periodonti sepakat bahwa kehilangan tulang vertical dan pembentukan poket infraboni dapat terjadi bila ada penyebaran inflamasi langsung ke jaringan periodontal, pada keadaan tulang cukup memadai. Tetapi factor-faktor apa saja yang mengubah arah inflamasi dari puncak tulang alveolar ke ruang ligament periodonsium masih diperdebatkan. 2
Mekanisme etiologi terbentuknya poket infraboni2 :
  1. Adanya pembuluh darah yang besar pada suatu sisi alveolus mungkin mempengaruhi pembentukan poket infraboni
  2. Desakan makanan yang kuat ke daerah interproksimal dapat menyebabkan kerusakan unilateral pada perangkat pendukung gigi dan rusaknya perlekatan epitel,
  3. Trauma pada jaringan periodontal dapat menyebabkan kerusakan puncak ligament periodonsium (trauma oklusi), yang jika sudah ada inflamasi, dapat mengakibatkan migrasi epitel jungsional ke arah daerah terjadinya kerusakan
  4. Plak yang terdapat di daerah apical gigi yang berdekatan yang maju dengan kecepatan berbeda-beda ke arah apical dapat menyebabkan kerusakan tulang alveolar yang lebih cepat pada salah satu sisi dari dua gigi yang bersebelahan, sehingga menyebabkan resorpsi tulang yang terbentuk vertikal

II.    Gambaran Klinis4
a.      Akumulasi plak supragingiva dan sub gingival
b.     Terbentuknya poket infraboni
c.      Terjadi inflamasi, biasanya lanjutan dari gingivitis kronis (Permukaan gingival licin, mengkilap kemerahan)
d.     Terjadi kehilangan tulang secara vertical
e.      Perdarahan dan sakit saat probing
f.      Terjadi resesi gingival
g.     Hilangnya perlekatan periodontal (attachment loss)

III.  Gambaran Radiografi

Pada gigi 46 terjadi kerusakan tulang sepertiga servical.

Pada gigi 14 dan gigi 16 terjadi kerusakan secara vertikal pada 1/3 servikalnya.


Interpretasi gambar :
-        Proyeksi yang digunakan adalah dengan teknik periapikal
-        Keadaan jaringan periodontal (pada gigi 46, 13, 16)
1.     Alveolar cress tidak tampak lagi
2.     Lamina dura sudah tidak ada lagi
3.     Pola kerusakan tulangnya adalah secara vertikal
4.     Kerusakan tulang mencapai sepertiga servikal

IV.  Prognosis
            Prognosis adalah baik dimana terjadi kehilangan tulang yang sedikit berupa kehilangan tulang vertical 1/3 servikal, sehingga dukungan terhadap gigi tidak terganggu. Selain itu juga tulang alveolar masih cukup untuk menopang gigi, walaupun sudah terjadi kegoyahan pada gigi tersebut.
            Rencana perawatan yang dapat dilakukan pada periodontitis kronis dengan kerusakan tulang vertical pada sepertiga servikal adalah :

  1. Dental health education ( instruksi menjaga kebersihan mulut)
  2. Skeling, root planning, poles per kuadran, dengan anastesi
  3. Agen antimikroba subgingiva
  4. Evaluasi ulang
  5. Terapi pemeliharaan setiap 3 bulan sekali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar