PERIODONTITIS
KRONIS DENGAN KERUSAKAN TULANG VERTIKAL PADA 1/3 SERVIKAL
I. Definisi
Periodontitis kronis
biasanya disebut sebagai adult Periodontitis atau chronic adult
periodontitis, periodontitis kronis merupakan bentuk yang paling sering terjadi
dari tipe periodontitis lainnya.1 Periodontitis dewasa biasanya
kehilangan tulang berjalan lambat, terjadi pada usia 35 tahun ke atas tetapi
tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada anak-anak.1,2
Kerusakan tulang vertical sampai sepertiga servikal adalah kerusakan tulang yang membentuk
sudut tajam terhadap permukaan akar sampai sepertiga servikal (dari cemento
enamel jungtion samapai daerah sepertiga akar gigi) , istilah lain untuk
kerusakan /kehilangan tulang vertical adalah resorpsi tulang angular. Kerusakan
/ kehilangan tulang vertical sering dihubungkan dengan terbentuknya poket
infraboni.2 jenis kerusakan tulang ini terlokalisasi pada satu atau
dua gigi (Seorang individu mungkin memiliki beberapa kerusakan tulang).3 Dengan
kerusakan dari batas oklusal ke sisa tulang alveolar (1/3 servikal), biasanya
menampilkan angulasi miring kegaris dari CMJs di daerah gigi yang terlibat.3
Poket infraboni adalah pendalaman sulkus gingival dengan posisi
dasar poket dan epitel jungsional terletak lebih apical dibandingakan puncak
alveolar. Sebagian ahli periodonti sepakat bahwa kehilangan tulang vertical dan
pembentukan poket infraboni dapat terjadi bila ada penyebaran inflamasi
langsung ke jaringan periodontal, pada keadaan tulang cukup memadai. Tetapi
factor-faktor apa saja yang mengubah arah inflamasi dari puncak tulang alveolar
ke ruang ligament periodonsium masih diperdebatkan. 2
Mekanisme etiologi terbentuknya poket infraboni2 :
- Adanya pembuluh darah yang besar pada suatu sisi alveolus mungkin mempengaruhi pembentukan poket infraboni
- Desakan makanan yang kuat ke daerah interproksimal dapat menyebabkan kerusakan unilateral pada perangkat pendukung gigi dan rusaknya perlekatan epitel,
- Trauma pada jaringan periodontal dapat menyebabkan kerusakan puncak ligament periodonsium (trauma oklusi), yang jika sudah ada inflamasi, dapat mengakibatkan migrasi epitel jungsional ke arah daerah terjadinya kerusakan
- Plak yang terdapat di daerah apical gigi yang berdekatan yang maju dengan kecepatan berbeda-beda ke arah apical dapat menyebabkan kerusakan tulang alveolar yang lebih cepat pada salah satu sisi dari dua gigi yang bersebelahan, sehingga menyebabkan resorpsi tulang yang terbentuk vertikal
II. Gambaran Klinis4
a. Akumulasi
plak supragingiva dan sub gingival
b. Terbentuknya
poket infraboni
c. Terjadi
inflamasi, biasanya lanjutan dari gingivitis kronis (Permukaan gingival licin,
mengkilap kemerahan)
d. Terjadi
kehilangan tulang secara vertical
e. Perdarahan
dan sakit saat probing
f. Terjadi
resesi gingival
g. Hilangnya perlekatan
periodontal (attachment loss)
III. Gambaran Radiografi
Pada gigi 46
terjadi kerusakan tulang sepertiga servical.
Pada
gigi 14 dan gigi 16 terjadi kerusakan secara vertikal pada 1/3 servikalnya.
Interpretasi gambar :
-
Proyeksi yang digunakan adalah dengan teknik periapikal
-
Keadaan jaringan periodontal (pada gigi 46, 13, 16)
1. Alveolar
cress tidak tampak lagi
2. Lamina
dura sudah tidak ada lagi
3. Pola
kerusakan tulangnya adalah secara vertikal
4. Kerusakan
tulang mencapai sepertiga servikal
IV. Prognosis
Prognosis adalah baik dimana terjadi
kehilangan tulang yang sedikit berupa kehilangan tulang vertical 1/3 servikal,
sehingga dukungan terhadap gigi tidak terganggu. Selain itu juga tulang
alveolar masih cukup untuk menopang gigi, walaupun sudah terjadi kegoyahan pada
gigi tersebut.
Rencana perawatan yang dapat
dilakukan pada periodontitis kronis dengan kerusakan tulang vertical pada
sepertiga servikal adalah :
- Dental health education ( instruksi menjaga kebersihan mulut)
- Skeling, root planning, poles per kuadran, dengan anastesi
- Agen antimikroba subgingiva
- Evaluasi ulang
- Terapi pemeliharaan setiap 3 bulan sekali